Selasa, 2008 April 29

oh 21 cineplex jogja..

sebetulnya ini sudah lama menjadi hasrat terpendam. untuk menulis uneg-uneg ini. namun ketika seleb blog kita momon mengatakan bahwa cloverfield sudah lewat di 21cineplex jogja, akhirnya saya memutuskan untuk menulis uneg-uneg ini!! (apa ini maksudnya)

sebagai penggemar film yang berdomisili di jogja, tentu saja saya harus menggantungkan diri kepada satu-satunya bioskop yang ada di jogja, 21 cineplex ambarukmo plaza (tentu saja di luar bioskop semacam permata, indra, dan lain-lain)

ya, sebetulnya 21 cineplex ambarukmo plaza itu bioskop yang bagus. sesuai standar 21 cineplex pada umumnya, baik dari segi infrastruktur dan service. namun ada satu hal yang sangat-sangat saya soroti: pemilihan film yang diputar!!

entah mengapa, saya sudah sangat sering dikecewakan dengan pemilihan film yang diputar di sana. terutama untuk akhir-akhir ini. film yang sering diputar di ke-5 teater itu bernada hampir sama: film indonesia yang bertema horor dan komedi-komedi yang (maaf) menyerempet pornografi! betul-betul film-film yang "bermutu". dengan atribut judul seperti "pocong" dan lain-lain.

sebetulnya saya tidak terlalu mempermasalahkan jenis film itu. toh, saya juga sama sekali bukan penggemar film semacam itu. dan film itu juga memiliki penggemar tersendiri. namun apa ya film-film jenis itu harus diputar di hampir seluruh teater yang ada. dan film tersebut dipajang dalam durasi yang cukup lama (bisa sampai berminggu-minggu). apakah untuk memenuhi permintaan pasar? dan untuk "menghargai" karya anak bangsa yang sedang menjamur itu? apa film indonesia yang ingin ditonjolkan memang seperti itu?

lalu bagaimana dengan penggemar film-film action, thriller, animation, dan genre yang lain? saya yakin bahwa penggemar film "pilihan" 21 cineplex jogja memiliki pasar tertentu. namun pasar yang lain seperti penggemar action, thriller, dan animasi juga sangat besar.

saya sebagai penggemar kartun dan animasi tentu sangat bersedih. apa saya harus pinjam dvd / vcd untuk menikmati film-film itu?

terkadang film box office yang bagus juga diputar. namun yang lebih sering, film tersebut diputar dalam jangka yang sangat pendek, hanya beberapa hari (seperti ungkapan momon, bahwa cloverfield hanya diputar dalam jangka waktu 3 hari. sehingga tidak semua penggemar film berkesempatan menontonnya)

padahal jika 21 cineplex mau meluangkan 1 studio saja dari 5 studio untuk memutar film tersebut, pandangan saya akan jauh berbeda. tapi kenyataannya, kelima studio tadi lebih banyak didominasi oleh film-film yang "bermutu" itu tadi. sangat disayangkan.

hal lain yang saya soroti lagi: ok, kalau misal film tersebut (misalnya, kartun) diputar dalam jangka waktu yang pendek. namun selama ini, biasanya film tersebut diputar di pertengahan minggu (selasa, rabu, kamis). sehingga pada saat weekend, film-film "favorit" tadi kembali menghiasi layar besar.

padahal weekend merupakan salah satu timing untuk berlibur sekeluarga (yang nota bene, membawa anak-anak kecil seusia sekolah yang hanya memiliki waktu luang pada weekend). salah satu agenda yang menarik, tentu saja: menonton film di bioskop. namun bagaimana perasaan orang tua yang menginginkan hiburan bagi keluarga (terutama anak-anaknya) dan ketika memasuki pintu 21 cineplex, yang dipajang adalah film-film horor dan komedi yang (maaf sekali lagi) menyerempet pornografi? apakah niat menonton bersama keluarga masih tetap akan dilaksanakan?

sehingga saat trailer film yang bagus sedang diputar di bioskop atau tv, saya hanya tersenyum dan berpikir : "memangnya bakal diputar di sini ya?" begitu juga ketika saya berjalan di lorong 21 cineplex ambarrukmo plaza dan melihat papan-papan bergambar film bagus dengan tulisan "coming soon" di atasnya. mungkin coming soon dapat diartikan sebagai suk mben mbuh kapan.

ya.. namun saya selaku konsumen 21 cineplex ambarrukmo plaza, tentu saja saya harus mengikuti aturan main: pontang-panting memantau pemutaran film di sana, supaya tidak tertinggal film-film yang bagus.

14 komentar:

mitora in life mengatakan...

eh ia, di Malang saya juga nunggu2 Cloverfield, tp katanya dah sempat ditayangkan sebentar itupun pas Midnite, kupret ga siiih :(

Herman Saksono mengatakan...

Menurutku juga gitu e, komposisi film indonesia sudah too much. Bikin surat pembaca aja pa ya? :D

fikri mengatakan...

@mitora in life

turut berduka.. ternyata tidak hanya 21 cineplex di jogja yang "luar biasa"..

@momon

yap, too much!! surat pembaca? boleh juga.. tapi bagaimana kalau kita cari foto ownernya.. :p

anwarchandra mengatakan...

semakin ancur

fikri mengatakan...

welcome mas anwarchandra.

iya mas ancur. pasti di kuwait nggak ada film indonesia ya. :p

ariebp mengatakan...

hahahhaha.......
tapi pasar yang bicara...
mungkin orang2 seperti kita adalah minoritas...
atau malah silent majority...

fikri mengatakan...

yang penting kata "kita" nya itu lho.. ya, semoga memang silent majority.. kalo memang kita minoritas, berarti kita dapat melihat kualitas selera perfilman bangsa kita..

yayan mengatakan...

Cloverfield tuh film apa ya? baru denger... hehehe kuper amat ya? lha di sini ndak pernah ngikutin perkembangan film je... ndak tau bioskopnya di mana... kalopun ada, kata temenku film-nya film yang agak lama dan di indonesia sudah diputar... pun katanya film-nya sudah didubbing dalam bahasa jepang... (jadi inget nonton harry potter berbahasa jepang)

menurutku ndak cuma di 21-nya jogja deh, di 21 nya jakarta juga ada yang film-nya didominasi film indonesia... aku juga jadi ndak suka nonton film indonesia, apalagi sejak ceritanya kalo ndak horor, obyeknya adalah cewek... walah... jan ndak kreatif...

fikri mengatakan...

itu film itu lho mas. yang horor-horor monster gitu. tapi memang intinya bukan di cloverfieldnya. tapi film-film yang diputar itu!! jadi speechless. apa yang salah itu dunia perfilman indonesia.. atau bioskopmnya?

di sana nggak gitu ngetren ya film-film? tapi paling nggak kan acara di tv masih lumayan bagus. serial-serialnya juga (semacam dragon zakura, nobuta o produce, atau densha otoko). lha kalau di sini? bioskop juga pelarian dari sinetron-sinetron indonesia yang "luar biasa"..

W. Wardhana mengatakan...

I'm with you sir!
Huuuuu!! 21 memang payah.. gak semua org suka film indonesia model komidi2 hantu2 ga serem gt kan??
Gile.. gw jg belum nonton cloverfield!! Damn..

ps: gossipnya sih blitz megaplex mau dibuka dijogja loh, so wait and see. Oce?

+._cHoRo_.+ mengatakan...

makanya,, cintailah movie box :D

fikri mengatakan...

@w. wardhana
thanks you're with me!! yah, kita tunggu bagaimana gosip itu bisa berjalan.. kasian dong para penikmat film indonesia kalau disuguhi kaya gitu terus.

@choro
hm.. memang lama-lama bisa deh beralih ke moviebox.

Gand mengatakan...

Cloverfield apaan sih?
Ga pernah denger berita-nya..

Kalo menurutku sih, film Indonesia banyak diputar dan lama, karena murah fik..Soalnya, berdasarkan surveiku di Jakarta, bioskop2 21 yang elit-elit, yang HTM-nya 50ribu, jarang banget nyetel film-film Indonesia..Tapi klo yang murah-murah, emang..pasti nyetel tuuh..

fikri mengatakan...

lha piye.. di jogja kan tak ada XXI...